Ada waktu ketika ia sadar bahwa pilihan kedua memang tidak pernah sebaik pilihan pertama. Saat masa yang berada di antara itu tiba, maka mengeluhlah ia. Lalu dibayar dengan lenguh-lenguh penghabisan. Dan semuanya kembali seperti biasa—mengulang untuk terus mengulang.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!