Jumat, Juni 29, 2012

Senja di Perbatasan

Apakah kamu tahu cerita tentang Senja yang memakan manusia? Di mana berbondong makhluk berakal dan bernyawa tenggelam mengikuti rona serat-serat jingga yang membentang di ufuk menuju barat. Di sana, Senja menghantarkan manusia menuju perpisahan yang tidak terabaikan dan tidak terobati—tidak mungkin kembali. Ada cibir keangkuhan matahari yang tengah menutup matanya kali itu, seolah bicara tentang arti keleluasaan dan kelapangan dada yang tidak akan pernah dimengerti. Aku juga tidak tahu, tidak memahami isme-isme yang memerahkan wajah ketika kita menatap Senja berdua. Ah, kalau-kalau bisa berjalan dan terhisap seperti dalam lubang hitam, asal bersamamu aku tahu aku akan baik saja. Karena tidak perlulah kukerat Senja untuk disimpan dalam kartu pos yang bisa memuntahkan lautan dan menyebabkan ketidak-berdayaan. Di dalam Senja selalu ada jiwa-jiwa abadi yang menelan kesetiaan dengan perpisahan—seperti aku dan kamu misalnya.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall