Minggu, Mei 29, 2016

Kotak Perhiasan

Setelah berjalan-jalan,
cincin berlian kembali masuk
dalam kotak perhiasan

Ia bercerita tentang emas putih palsu
Kawan baru yang tak banyak bicara
"Jelas saja pendiam,
ia tak punya apa-apa"

Ia tertawa soal anting kuningan
Milik anak kecil berbaju hitam
"Dikira satu barang mahal,
bisa tutupi miskinnya ia?"

Kotak perhiasan berpesta
Ada berbagai mata-mata berlian
Juga bebatuan indah seharga napas tiga bulan

Mereka selalu pulang
Setelah berkunjung pada gelang jelata
Supaya seimbang, katanya
Tanggung jawab moral
Sedekah sosial

Lalu tertawa di rumah:
"Dasar kere!"

Sabtu, Mei 21, 2016

Kelukur

Dadaku lecet dan kelupas
tergores-gores duri dari bunga
yang terlanjur mekar dan layu,
lalu gugur kelopaknya satu-satu

Kamu mencekamnya dalam kepal
Merengut lalu menanam ulang
Agar kembali cinta, katanya
dan tak bisa lepas, selamanya

Ada sembilu yang bertukar
di antara cumbu lidah dan pelukan
memotong kecil, mengiris-iris
tapi harapan tak kunjung habis

Padahal aku dan kamu itu fana
Rusak dimakan kelukur,
sampai hilang dan mati setelahnya
atau saling bunuh, saat waktu tiba

(Dan akulah yang tak akan kekal
sebab kamu meregang napasku,
dari semula mendenguskan lega
berpikir ini kali terakhir)

Sabtu, Mei 07, 2016