Sabtu, April 16, 2016

Rabu, April 06, 2016

Karma

Sebab takut pada karma, aku jadi suka bertanya: Apakah Tuhan menerima alasan?

Bapakku geram dari jauh. Tahu anaknya sudah tumbuh, lalu tidur sambil direngkuh. Ngeri neraka, katanya. Dan sebagian tak terima, si Kecil jadi cukup besar untuk belajar menyentuh.

"Tapi Pak, ini bagian kehidupan," kusanggah. Lalu serangan jantung melayang. Bapakku ingat dahulu ia pun demikian, dengan jahat dan tipu daya pula, maka mungkin itulah mengapa ia napas megap-megap.

Dosa bukan hanya selesai di akhirat. Kadang tuntas dan tak lagi dibahas setelah dibalas pada satu garis keturunan. Celakanya, bapak yang buruk tetap ingin punya gadis yang baik.

Shalat-shalat malam adalah ladang negosiasi. Namun Tuhan bekerja dengan lebih bijaksana, lebih perhitungan, dan lebih membabibuta. Prinsipnya sederhana; mata dibalas mata.

Jangan lupa Pak, Tuhan tak punya kewajiban beri kebaikan pada manusia yang berubah baik. Tiada tobat lebih nasuha dibanding saat manusia berbalik kena soal perilaku buruknya.

Rabu, Maret 16, 2016

Sekarang, "Laki-Laki Itu"

Waktu kita kecil dulu, tetuamu pernah cemburu. Membuntuti dan mencari informasi, segalanya agar jadi senjata untuk aku pergi dan lenyap dari bagian otakmu yang belum penuh berkembang. "Perempuan itu," katanya. Bila sekarang bicara, untunglah sudah bisa jadi bahan tawa. Marahmu sudah cukup tunjukkan: aku masih harus ada.

Saat ini, kondisinya berbalik. Kita tak lagi kecil, namun muda selalu andai sedang bertatap muka. Kita tak pernah sampai pada angka seratus, bahkan sembilan puluh pun belum tentu--karena bulat bisa berhenti menciptakan batas, dan ketiadaan batas mampu menghilangkan makna.

Sayangnya, itu sulit dimengerti.

Lalu aku dikurung dalam ultimatum, hadiah pemberian dari orang asing yang mengaku-ngaku tahu soal masa depan. Sungguh aku mau lepas, Mas, namun detik berikutnya kusadar; aku tak terbelenggu. Hatiku tidak berubah--kamu telah tumbuh dalam ingatan.

Mas, rupanya aku tak pernah menulis surat anonim untukmu sebelumnya.

Semoga sampai di waktu tidurmu, semoga tiba waktunya bertemu.