Kamis, Juni 23, 2016

Kamis, Juni 09, 2016

Ada Sampah di Bundaran

Apakah darahku masih merah?
Sebab katanya aku hidup dari nanah
Bau busuk, jijik, disembunyi
Kekuningan dan mengalir agar pergi

Apakah darahmu masih merah?
Sebab katanya kamu lahir membiru
Penuh suka, tak bahaya, mandi mewah
Makan dari pesta dan ikat pada candu

Apakah darah kita sama merah?
Sebab kamu dibolehkan, aku tidak
Sebab kamu dipayung atap, aku tidak
Sebab kamu dipeluk makna, aku tidak
Sebab kamu disinar bintang, aku tidak

Apakah darah kita sama merah?
Sebab aku diboikot, kamu tidak
Sebab aku diselimut limbah, kamu tidak
Sebab aku dikecup utang, kamu tidak
Sebab aku dimandi peluru, kamu tidak

Kamis, Juni 02, 2016

Menunggu

Saya lupa di sana sedang jam berapa.

Tapi pada angka mana pun jarum menunjukkan, saya perlu bilang bahwa saya rindu. Dengan amat sangat pula. Disertai harapan bisa saling tukar suara, membalas pandangan mata, dan tertegun tanpa rasa terganggu.

Sayangnya satu orang gila, entah datang dari mana dan bertujuan apa, mengikat kaki dan tangan saya. Ia tertawa pada luka, mencengkeram belas pada rongga-rongga, dan sendirinya bersenang hati di bawah mentari.

Tolonglah, saya cuma mau kamu. Bukan untuk masa depan atau berkasih-kasihan, sedikit pun tidak tentang itu. Kamu ada agar ingatkan lagi cerita tentang teman yang bertumbuh berdua, berbagi pilu dan suka, lalu sama-sama mengucap perpisahan saat waktunya tiba.

Bisakah bertemu?