Kamis, Februari 03, 2011

Dengan atau Tanpa Kesedihan

Dari balik kaca besar yang buram karena kepul asap dan hangat, aku memperhatikan manusia-manusia yang berjalan dengan atau tanpa kesedihan. Beberapa saling bergandengan tangan atau menepuk punggung di belakang, namun seperti yang sebelumnya terucap, mereka berada antara dengan atau tanpa kesedihan.

Di sini memang kau bisa bertemu banyak orang, dengan atau tanpa kesedihan. Baik yang milikmu, atau bukan. Memanggil nama orang lain dan kadang-kadang menyebut nama Tuhan sendirian. Melangkah berat, atau sengaja tok-tok-tok memamerkan tingginya, rampingnya, indahnya, seninya, dan mahalnya kaki mereka. Untunglah tidak dengan rincing yang menjadi, sehingga setelah mereka melangkah dengan wangi yang mengundang, aku diam saja dan tidak terpancing gairah. Tetap bertahan memperhatikan yang selanjutnya hidup dengan atau tanpa kesedihan, di balik kaca yang semakin rabun karena kepul asap dan hangat.

Kalau bayi-bayi lewat dengan atau tanpa kesedihan dari wajah orang tua yang penasaran akan seperti apa mereka dewasa, yang kubayangkan adalah kejahatan. Mungkin mereka akan seperti aku, yang kini entah dengan atau tanpa kesedihan, asik berkumul dengan kepul asap atau hangat, tanpa bisa bercermin di kaca besar, karena mereka hanya memantulkan apa yang ada di seberang.

Manusia itu lucu, dengan atau tanpa kesedihan, mereka akan datang kemari dan menunggu diperhatikan. Dengan atau tanpa senyum sumringah, mencari kesayangan dan penjelasan dari nama-nama yang mereka sebutkan. Dan sekali lagi, dengan atau tanpa kesedihan, mereka bisa mencari-cari kesenangan..dengan lupa pernah menjadi dan akan menjadi seperti apakah dirinya dan kesedihannya.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall