Senin, Februari 28, 2011

Aku Mau Rumah

Ayah, Ibu, aku mau rumah.

Tidak apa bila tiada pintu, pun jendela di sana. Biarkan saja aku terperangkap di dalamnya, mengendus dan menghembus udara yang sama. Sampai habis dan lenyap begitu saja, lalu membuat diriku kebas, dan terperangkap untuk selamanya. Benar, sungguh tidak apa. Sama sekali tidak apa-apa.

Kakak, Adik, aku mau rumah.

Kalian boleh bertandang, mengucap salam dan membawa senyuman. Menghancurkan segala, dan membuat lubang yang mengasingkan diriku di dalam panas pedas kebencian. Boleh, benar-benar boleh. Tiada masalah, tidak ada masa yang salah.

Aku mau rumah!

Berikanlah, hancurkan kemudian, lalu beri kembali, dan hancurkan lagi!

Asal berikan apa yang kupinta. Tetap baik saja, pun aku terjebak di dalamnya.

Sungguh! Aku lelah dicegat matahari. Biarkan aku bercinta dengan gulita dan keteduhan. Sia-siakan aku, dan jangan panggil namaku, cukup hancurkan dengan bilah caci dan maki, lantas aku pasti menghampiri. Asal, tolong, kumohon. Aku mau rumah..

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall