Aku adalah binatang lajang
Yang kemaluannya dipajang-pajang
Di pinggiran jalan
Dihargai ranjang semalam
Dan kondom sepasang
Serta makan cukup membuat kenyang
Kubuat kamu mengerang girang
Lantas hati terasa lapang
Dengan apa yang kupegang
Di waktu sebelum terang
Kubuat-buat mengejan
Dengan peluh saling menghunjam
Dan terdiam
Atas nama hati yang kelam
Mencari penikmat lanjutan
Kembali memajang
Di pinggiran jalan
Untuk hidup mendatang
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!