Minggu, Oktober 31, 2010

Teruntuk Awan

Teruntuk awan di langit terang. Aku hujan, sudah lama tidak bersua. Matahari bilang, kau tidak tenang. Apa yang sedang kau pikirkan?

Teruntuk awan di langit yang tertinggi. Aku hujan, yang menunggu untuk dinanti. Burung camar bilang, kau merindukan sesuatu.

Teruntuk awan yang tak terbilang. Apakah itu aku? Atau pelangi? Atau aurora yang megah merekahnya tidak ternilai? Adakah mungkin aku?

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall