Minggu, Oktober 31, 2010

Pandora

Hei.

Kalau yang kukecup adalah apa juga kau cumbu, dengan tempat yang tepat dan penuh kenangan hebat, maka perasaan rindu yang biasa kuucap telah terbayarkan.

Sempat hampir kubunuh orang-orang yang menggunakan tangan mereka untuk menyentuhnya, karena yakinku adalah hanya jemarimu yang pantas di sana, dan bila kusentuh dengan segenap jiwa, maka jari-jemari kita seolah bercinta melalui wangi yang tersisa.

Beberapa orang bertanya, mengapa aku masih menyimpan kenangan lama.

Padahal tiap malamnya kupeluk apa yang pernah berada dalam genggammu namun sekarang jadi milikku, bahkan sampai sesampah-sampahnya. 'Kotak dengan namamu' kuberi judul agar teringat selalu.

Hei.

Apa kabarmu? Baik-baikkah?

Tenang, aku tidak mungkin muncul lagi dari arah yang berlawanan atau kembali ke satu titik yang biasa mempertemukan. Satu tahun dua kali nantinya kita akan berjumpa, pada hariku, harimu, dan hari ibumu.

Kotak Pandora yang dulu kamu ceritakan dengan isak hampir tiap malamnya kini mengadu dalam kotak ocehan di kepalaku. Situasi berbalik. Dan jadilah kejam seperti apa yang menimpamu sebelum kita tahu nama masing-masing. Sehingga semuanya selesai.., dan puisi yang kamu tulis bisa tuntas tanpa bait yang hilang.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall