Aku jatuh cinta pada sinar yang menelusup dari celah bilik-bilik kehidupan. Kalau kutanya dari manakah dia dan siapa namanya, saat itu juga dirinya menghilang. Bukan berarti aku berada dalam putus asa, tetapi aku tidak mau bertemu bayangan bila suatu hari tak kudapati sinar turut mencintai diriku.
Sinar yang menelusup dari celah bilik kehidupan itu kadang redup kadang terang, dan apa pun itu, aku selalu melihatnya dengan jelas. Dia sempurna dari sudut mana pun, tiada perlu bertemu titik air agar membentuk spektrum atau melompati langit dan menjadi bintang atau bahkan aurora.
Cukup satu sinar itu dan tidak perlulah yang lainnya, tidak apa kalau bias tubuhku nanti dan perlahan lupa orang-orang akan siapakah diriku dan mengapa aku bisa berada. Baik-baik saja jikalau aku berubah jadi abu karena hangat lembutnya, selama miliknya adalah milikku, kebahagiaan yang tersurat akan terpatri dalam sukma.
Sinar yang menelusup dari celah bilik kehidupan, tolong tuntun aku.. Sampai habis waktu.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!