Selasa, November 17, 2009
Muak
Saya benar-benar muak untuk mendengar tangisan buaya. Saya benar-benar muak untuk terus menyelami perasaan orang-orang yang mencari perhatian yang penuh kebohongan. Saya benar-benar muak untuk mencari selah-selah menelantarkan orang lain. Saya benar-benar muak untuk mempertahankan kalimat halus atau kasar dalam konotasi. Saya benar-benar muak untuk menelan sapuan penuh paksa tentang penderitaan. Saya benar-benar muak untuk belajar siapa saya yang senyatanya nyata. Saya benar-benar muak untuk apa pun, untuk mengenal! Ah. Saya benar-benar muak pada diri saya sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!