Selasa, November 17, 2009

Hei, Aku

Aku berbicara pada Aku. Aku menyayangi Aku, dan hanya aku yang tidak akan pernah meninggalkan Aku. Kami berdebat, sambil bersahabat. Dahulu aku membenci Aku, tapi aku tahu, Aku hanya seonggok sampah lemah yang baiknya diberi vaksin. Aku mau Aku hidup saja. Ah, aku terlalu paham Aku. Aku tahu sakit pada rongga hidung dan mata Aku, ketika Aku menahan tangis. Aku tahu semua pembelaan Aku yang tersimpan saja, demi pertahanan seberharganya air mata. Aku tahu impian Aku untuk bisa menulis saja, memainkan tangan saja. Tanpa perlu mendengar atau mengucap suara, hingga Aku tahu apa arti damainya kehidupan. Aku yakin Aku bodoh. Aku yakin Aku orang yang paling brengsek. Maka, hanya aku yang menemani Aku. Hingga mati. Lebih cepat, lebih baik. Terkutuklah Aku.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall