Aih, masa lalu.
Duduk, tenang.
Ada jeritan.
Lelarian, langkah berat.
Acungan tajam, kilat-kilat.
Di hadapanku.
Ada seringai sumpah.
Cekik tanda damai.
Bersama tajam melayat.
Jeritan lagi.
Lagi.
Lagi.
Mendekat.
Aku diam.
Dan hidup, hingga sekarang.
Mengapa dan untuk siapa, perlukah ditanya?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!