Mayat tanpa nama
Tubuhnya elok, parasnya cakap
Matanya tak sempat tertutup
Tatapannya dingin
Seolah berkata,
" Akhirnya aku mati "
Tergolek lunglai di bawah rindang
Seolah berharap,
" Biarkan aku ada pada keteduhan "
Tangannya terkulai
Telapak tangan halus membuka jentik jari
Seolah menyambut,
" Kedamaian, selamat datang "
Rerumputan yang terbenam,
Menunduk diri
Menghening cipta
Seolah mengantar ruh mayat tanpa nama
Yang memang mati untuk hidup kembali
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!