Salam segala yang terpuji dariku.
Perkenalkan, aku adalah hamba paling hina. Yang selalu memikirkan keburukan, merutuki keberadaan, mengasihani kejahatan. Matilah aku, dengan pikul dosa yang memberatkan bahu, serta menimpa kepalaku sedikit demi sedikit dan terkuburlah aku ke dalam tanah.
Maaf, aku bukan seorang yang ragu, aku hanya malas. Aku tidak ingin melakukan hal tanpa tujuan konkrit, tanpa hasil nyata yang bisa kurasakan, begitu aku melihat betapa sekelilingku begitu bahagia, tidak seperti aku.
Yang aku rasakan mungkin lagi-lagi sebuah dosa berat, tapi apa daya memang sejauh itu yang aku pikirkan. Kenapa setiap arah pancang kakiku selalu mengarah kepada cela, dan lirih harapku seolah dijauhkan? Biarkan aku bertanya secara terang-terangan, karena aku lelah mendapat respon belum atau tidak.
Aku yakin, tetapi aku tidak percaya. Kekosonganku terisi oleh klise, dan bergantilah ia menjadi kebencian. Hidupku terbentuk dari kebencian. Aku berpegang pada kebencian. Kesalahan besar, tolong selamatkan aku. Apa lirih harapku ini akan didengar? Sepenggal kepala berupa usaha hanya mencipta kepahitan, aku butuh uluran tangan. Meski tidak pantas lah aku.
Beri penerangan sejelasnya, agar aku paham kenapa bukan aku yang lahir dengan keberuntungan, tetapi diharuskan menjadi seseorang berhati mulia. Aku ingin kebahagiaan dunia, aku tidak bisa makan hanya dengan kesabaran. Nafasku seolah berat, karena ketidak-ikhlasan untuk terinjak dari tingginya puncak kehidupan.
Tentulah langit itu satu, tetapi kenapa matahari seolah meneduhku? Memilah siapa-siapa yang untuk disinari, dan pilihannya tertuju kepada penindas yang bahagia. Dan apakah angin lupa bernyanyi untuk mereka yang bukan penindas?
Hari ini, mungkin untuk kelanjutan hidupku, aku hanya ingin bertanya. Ada di mana fakta keadilan? Masihkah mau datang berkunjung memandang kami yang tenggelam dalam duka, tapi tak larut kata menyerah? Tentu kami masih menunggu dengan pelukan hangat penuh cinta. Maka, sapalah kami. Sebelum surut segala semangat.
Ah, terlemparlah aku ke neraka..
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!