Rabu, September 09, 2009

Menjejak Ajal

Terasa antara ada dan tiada

Aku menemukan kerlingan hitam bercahaya
Seolah menunjukkan jalan
Tapi gelap daripadanya

Tak mampu aku mengikuti langkah ilusi
Betapa jiwaku sendiri di lingkup koridor kelam

Di mana ragaku sedang bertarung, berjuang
Mencari kesempatan kedua
Setelah adrenalinku habis, lalu meninggalkan
Dalam keterpurukan yang entah membanggakan

Aku antara ada dan tiada

Di mana penjemputku? Jangan kau datang dulu
Siapa yang mengikatku? Aku belum mau kaku
Kapan pelepasanku? Masih ingin menjerit tabu

Berharap uluran tangan
Betapa penyesalan selalu datang terlambat

Kepada benak rohani yang memberi penjelasan
Aku berharap akan terus hidup..

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall