Terasa antara ada dan tiada
Aku menemukan kerlingan hitam bercahaya
Seolah menunjukkan jalan
Tapi gelap daripadanya
Tak mampu aku mengikuti langkah ilusi
Betapa jiwaku sendiri di lingkup koridor kelam
Di mana ragaku sedang bertarung, berjuang
Mencari kesempatan kedua
Setelah adrenalinku habis, lalu meninggalkan
Dalam keterpurukan yang entah membanggakan
Aku antara ada dan tiada
Di mana penjemputku? Jangan kau datang dulu
Siapa yang mengikatku? Aku belum mau kaku
Kapan pelepasanku? Masih ingin menjerit tabu
Berharap uluran tangan
Betapa penyesalan selalu datang terlambat
Kepada benak rohani yang memberi penjelasan
Aku berharap akan terus hidup..
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!