Senin, September 28, 2009

Kritik Ujian

Yth.
Kepala Departemen Pendidikan Nasional
di tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT, yang dengan karunia-Nya, kini Indonesia sudah menyelesaikan Ujian Akhir Nasional (UAN). Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW. Yang dengan teladannya telah menciptakan umat yang berkualitas.

Sehubungan dengan berakhirnya UAN, saya mendapati hal-hal yang masih harus diperhatikan oleh Depdiknas. Bukan sebagai pembantah, hanya kritik dan saran.

Pertama, masalah isi soal. Penyajian sudah cukup baik, tidak seberantakan try out sebelumnya. Tingkat kesulitannya juga biasa saja, karena hal itu tergantung dari persiapan pribadi yang mengerjakan. Yang jadi masalah hanya satu, soal yang memakai gambar. Soal itu adalah lembar foto-kopian, jadi jelas warnanya hitam dan putih. Hal itu cukup menyulitkan siswa. Misalnya adalah soal Bahasa Indonesia, sub-rayon 9, kode B, paket 44, nomor 50. Gambar itu tidak benar-benar jelas, padahal untuk menjawab opsi yang diberikan sangat tergantung pada gambar tersebut.

Kedua, masalah pengawas UAN. Saya sangat mengharapkan pengawas UAN yang lebih profesional, di mana contek-mencontek, kerja sama, dan sebagainya tidak bisa dilakukan. Jujur, saya tidak suka. Ada satu ruangan yang apabila seorang siswanya bertindak sedikit mencurigakan, langsung ditulis namanya. Tetapi, ada satu ruangan lain yang pengawasnya membolehkan untuk bekerja sama, bahkan membantu mengerjakan soal. Lantas, bagaimana bisa mendapatkan hasil yang adil?

Ketiga, masalah pendapatan soal ujian atau kunci jawaban. Kenapa masih saja bisa bocor? Atau memang harus dibocorkan? Saya tidak bisa berkata apa-apa mengenai masalah ini, karena UAN angkatan 2009 sudah selesai dan saya merasa kurang pantas ikut campur ke UAN sebelum atau setelah saya.

Demikian surat dari saya, mohon maaf atas kelancangan saya. Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi untuk tahun berikutnya, di mana kejujuran terus meningkat dan kecerobohan hilang tak berbekas.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Jakarta, 30 April 2009


04-312-195-6

Dibuat tepat pada hari di mana UAN Bahasa Indonesia berlangsung.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall