Senin, September 28, 2009

Pecundang

Aku, salah langkah
Setelah terjebak di lubang yang sama
Terjatuh lagi dengan luka yang berbeda
Satuannya, perih

Lorong terang, lalu amblas
Koridor gelap, lantas tersesat
Tidak berliku, tapi aku bodoh
Menegak saja dengan jerih

Oh, aku yang membunuh
Karenanya mati dengan sadar diri
Deraku, tidak bangun lagi
Menjadi mayat hidup, atau boneka bisu?

Hilang, tetapi tidak lenyap
Terjerumus imaji
Diikuti dengan jejak akibat
Seperti bernapas, lalu kebas

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall