Senin, Februari 23, 2015

Sakit

Pernahkah kamu berada dalam hubungan yang sangat rumit? Dalam hubungan itu, kamu merasa, semakin buruk perasaan dan perlakuan yang kamu dapatkan, kamu justru merasa semakin mencintai pasanganmu?

Saya pernah ada dalam hubungan yang menyiksa. Saya sakit. Terluka. Saya merasa buruk. Dan ketika hubungan itu sudah sampai pada waktunya, saya bisa mengakhirinya.

Lalu, saya juga pernah ada dalam hubungan yang menyenangkan. Saya senang. Saya merasa cakap. Namun, ketika hubungan itu sudah sampai pada waktunya, saya pun bisa mengakhirnya.

Dan di lain waktu, saya hidup dalam hubungan yang kembali membuat saya merasa buruk. Saya mungkin sakit. Saya mungkin terluka. Tapi, salah satu mulut dalam pikiran saya mengatakan, “Itulah caramu mencintai. Semakin kamu menderita, semakin kamu mencintainya. Ya, cintamu berbanding lurus dengan perih pedihnya.”

Memang, saya pun tidak bisa keluar dari hubungan itu. Tidak mau.

Pernahkah kamu mengalami hal itu? Mencintai dengan rasa sakit, sebab kamu tidak tahu apa lagi yang harus diberikan dan ditunjukkan kecuali rasa sakit?

Saya baru mengerti apa maksudnya dari ‘rela mati demi orang lain’.

Ada kalanya, yang hidup, sekeras apa pun ia berusaha, tak pernah sampai perasaannya. Oleh sebab itu, kadang kematian bisa memberikan jawaban. Bukan begitu? Iyakah demikian?

 

Saya cinta dan saya sakit

Perihnya kukirim lewat kata, pedihnya kubalut dalam doa

Bahagiamu ialah rengkuhan denyut-denyut di nadiku

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall