Bersukurlah kamu, sebab masih banyak yang menyayangi dan siap merentangkan tangan-tangannya kalau-kalau kamu jatuh lagi. Ia yang pernah menoreh kenangan bersamamu itu, yang kamu sebut kuno, banyak bicara, dan kasar dengan tangannya itu, masih terus-menerus berusaha menjaga perasaanmu dari kejauhan. Dengan caranya yang ramah, ia tidak mau kamu terluka. Suatu kecurangan besar, sebenarnya, karena saya berakhir tanpa perlindungan. Saya memang mendapatkan kembali apa yang sempat membuai dirimu, tapi itu bukan alasan untuk saya tidak menyimpan luka. Saya tidak marah, hanya tersayat oleh kapak yang matanya dua. Diobrak-abrik dan ditinggalkan untuk berdiri sendiri.
Bersyukurlah kamu, sebab masih banyak yang peduli dan siap memeluk kalau-kalau kamu bersedih lagi. Tidak perlulah kamu menutupi diri dengan kenakalan masa remaja, sebab kamu tidak demikian. Pernah kukatakan, kamu punya segalanya. Jangan diabaikan dan dilihat dengan gelap mata. Mereka yang bicara buruk tentangmu pun, akhirnya masih setia ada untuk menyelamtkan kamu.
Bersyukurlah dan hidup.
Kok hidupnya dicoret? Aku yakin setiap orang pantas bahagia. :)
BalasHapusKarena saya tidak mau dia hidup.
BalasHapus