Aku mengalah pada terang yang temaram
Kau kata; “Tenanglah, sebab aku pasti menolongmu”
Namun aku terlalu lama berselimut jelaga, dan menjadi terbiasa
Tanpa gontai mataku berjalan memutari pekat dan belajar mengenal benda
Bilamana tiba demikian, masihkah kau akan bersuara sama?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!