Barangkali, kita ini sedang bermimpi dalam sebuah tidur panjang.
Dihipnotis oleh detak jarum jam yang bergerak dari satu kekosongan menuju kekosongan yang lain.
Tidak ada hidup, dan tidak perlu takut.
Barangkali, kita berbaring di ruang hampa udara yang dibelah oleh rindu rumah Adam.
Barangkali juga, kita sedang berkelana dalam mimpi Dewa.
Terlentang ia pada singgasana, mengatur cerita lewat igau senyum dan sedih.
Kita bermimpi pada mimpi--terkira tidur panjang, tidak punya hidup, tidak punya takut, dan akan bangun sebagai Tuhan.
Namun tidak pun satu berada di lelap yang panjang.
Dilena remang lelah, istirah pada pejam sepertiga hari.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!