"Kenapa rasa bisa berubah?" tanyanya pada saya, waktu itu pukul setengah sepuluh malam.
“Menurutmu?” saya balik bertanya.
“Mungkin karena ada campuran rasa lain?” tanda tanya ketiga muncul.
Senyum saya tersungging sedikit membaca pesannya. Pikiran saya melanglang buana dan menemukan sedikit cerita tentang ‘rasa’.
“Dinamakan ‘rasa’ karena bisa basi kalau kelamaan tanpa pengawet.
“Dinamakan ‘rasa’ karena bikin mual kalau berlebihan.
“Dinamakan ‘rasa’ karena bikin kelu kalau ditahan terlalu lama.
“Dinamakan ‘rasa’ karena mudah rusak, meski cuma oleh setitik komposisi lain.”
Lalu ia menyela, “Bisa.” Diikutinya dengan pertanyaan, “Atau mungkin adanya ‘rasa’ buatan yang kurang sehat untuk dikonsumsi?”
Saya mengiyakan. Lalu percakapan berganti.
Semoga selalu ada cerita yang baik dalam setiap ‘rasa’ yang saya tagihkan di bibirmu, ya.
rasa memang bisa beubah seiring waktu yang berjalan ...
BalasHapus