Aku terapung di tengah lautan wajah yang kau muntahkan; tanpa pernah menyentuh hati analog yang kau buang dan jadikan jalang.
Padahal, senja tidak menarik wajahnya kembali. Semburatnya mengarah ke mana aku membawa tubuhku untuk sampai pada dunia abadi milik abu-abu pagi.
Ah. Bernapaslah dengan hembus "Padahal". Lalu ucapkan kata perpisahan. Rengkuhan pun sudah lelah melebur di tubuhmu..
Dan seharusnya, komplementasi ada karena kau sebut 'kita' pada sisi-sisi suara yang berbicara..
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!