Aku takut marah, aku takut salah
Karena yang benar adalah: kamu bukan untukku
Kita bisa tertawa dan mengelakkan keraguan
Tapi pada masanya, kenyataan akan datang.
Keyakinan dan kesedihan dibatasi oleh selembar kertas tipis
Bila ada coretan yang tersisa,
maka tak lain berupa:
Aku menyayangimu sebenar-benar adanya.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!