Ternyata, kamu telah menciptakan sesuatu.
Pantas saja kamu lupa akan apa yang harus kamu katakan. Menarik tangan, dan menyanggah perbuatan. Menjadikannya permintaan, bukan kebutuhan, atau kesengajaan yang dijadikan kecelakaan karena naluri saling menginginkan. Kamu telah menciptakan Maha yang mungkin akan abadi waktunya. Hanya kembali tiada seumpama aku mati, lalu ditiupkan ruh lagi, lantas bertemu denganmu di kehidupan berikutnya. Tak lain, untuk mengulang kesalahan dan membiarkan dirimu menciptakan sesuatu yang tak mampu untuk terabaikan dan diabaikan, sekian kalinya.
Sungguh, kamu telah menciptakan sesuatu.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!