Dari titik air yang lupa gravitasi, dan seenaknya menghampiri jendela yang sudah usang ini, ialah kamu salah satunya yang terpantul dengan nyawa. Inginnya kuseka, kuhapus sampai tiada bersisa, kuhilangkan dan kuenyahkan agar air yang serupa dirimu tak lagi-lagi kembali mengunjungi jiwa yang luruh kering kerontang. Kalau sesekali kamu berpikir bahwa akulah transparansi rasa sepi dan diikat tirani, maka kamu benar. Dan bila kamu teruskan siraman rohani dengan air suci kebanggaan, berilah aku waktu untuk melihat sejauh mana kamu mampu menembus zaman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kayaknya gue baru paham maksudnya sekarang
BalasHapus- L -
Yahilah.. Ahaha.
Hapus