Senin, Oktober 11, 2010

Hari Pernikahan

Seperti ibu. Yang menunggu hari esok sebagai pernikahan anak lelaki semata-wayangnya. Setelah dengan segala keberkahan menyapih cinta dalam setiap harinya, menyuap perlindungan dan doa untuk setiap langkah yang dikandungnya..

Tetapi besok adalah hari pernikahan sakral yang memisahkan semuanya, dari yang lama menuju pembaharuan. Ikatan darah tidak pernah berakhir, tapi lain lagi dengen pemberi kecup tiap pagi nantinya.. Ibu telah diganti posisinya.

Anak lelaki bukan lagi bocah ingusan yang menangis dan memeluk ibu.

Kini ibu yang menangis dan memeluk bocah ingusan di masa lalu itu.

Besok adalah hari pernikahan.
Besok adalah hari pernikahan.
Besok adalah hari pernikahan.
Besok adalah hari pernikahan anak ibu.

Dan besok akan selalu menjadi besok, sehingga hari tidak akan menentu dan ibu berharap dalam sia-sia bahwa anaknya tidak pernah bertemu dengan rusuk miliknya..

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall