Ada sesekali aku berjalan, atau cukup berdiam..dan indraku bekerja lebih cepat dari pada pikiranku. Bukan kasar tangan besar atau rasa bibirmu yang tiba-tiba datang menghanyutkan. Tapi wangimu.
Seperti saat ini, aku duduk di sofa dan menangkap wangimu. Kubiarkan tubuhku tidak bergerak semili pun, karena takut kehilangan wangi yang tengah kucium. Kini tidak sama seperti dulu, aku tinggal memanggil namamu dan menunggu kamu menangkap aku yang dengan gembira berlari untuk merangkul kamu. Menceritakan apa yang terjadi atau sekedar membelai rambut agar kamu tertidur.
Di samping itu, aku mengendus wangimu yang tidak pernah berubah.
Wangi yang tidak terjabarkan. Mungkin hanya wangi sabun mandi. Atau pelicin pakaian. Atau juga wangi parfum merk terkenal. Tapi aku lebih suka menyebutnya sebagai wangimu.
Aku kangen kamu.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!