Si Kaya :
Pergi melancong dapat penggorengan
Berlayar kembali mendapat obat
Hai Miskin, ada apa gerangan
Mengapa wajahmu tak bersahabat?
Si Miskin :
Permen karet dikulum-kulum
Dicoba menguap hingga ke mata
Apalah guna aku tersenyum
Sekiranya kau bergelimang harta
Si Kaya :
Berjalan di tempat gelap gulita
Jatuh tergelincir, sakit rasanya
Maksud hati ingin bercerita
Harta ini pun tak ada gunanya
Si Miskin :
Sayang terjalin pada sebaya
Lalu putus, jadi temanan
Oh, aku tahu penyakit orang kaya!
Parno orang curi warisan
Si Kaya :
Hati tercekat sampai ke urat
Perih mendidih menjadi kaku
Benar begitu, wahai Melarat
Kawan mendekat, sebab hartaku
Si Miskin :
Karet kecil makin mengerat
Sedikit bunyi, menggoyah nada
Sialah bicaramu, Ningrat!
Karena strata kita berbeda!
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!