Dengarkan sebentar
Aku pemilik hati
Pengusah atas asah jiwa
Hanya untuk satu,
melewati batas
Dan kenapa harus ada kamu?
Jelas, bukan untukku
Padahal melihat nama pun aku tidak bisa
Karena selimut benci menghangatkan pandanganku,
daripada kamu
Melangkahlah
Meski aku belum jadi mayat
Atau segala apa dalam sumpah
Karena pelayang tidak terbang
Tapi pelukis tetap mampu tercorat warna
Camkan!
Pergilah yang jauh, tapi tuntun aku
Diam pun tak apa, tak apa
Datar
Aku kaku karena sendu
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!