Nyawa yang menari, hanya akan terus mengikuti melodi. Dengan keinginan untuk melangkah kepada kebencian. Kricika lemah, kini semakin pasrah. Berserah diri, mungkin agar segera mati. Apa yang ada dalam kabut, dan tidak akan pernah tersebut! Karena ikat yang tidak pernah memikat selalu menyerang hakikat. Mengatur hingga tak ada yang tersisa dalam dengkur. Menyiksa hak milik yang tak mampu untuk dipelik.
Dan pada akhirnya, memang aku tidak boleh bahagia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!