Minggu, September 13, 2009

Sebelum Mati

Untuk apa aku berada di sini, bila kau yang membuatku ada tak hadir bersamaku?

Aku hanya berharap kau mau menemaniku walau hanya sebentar, apakah itu terlalu berat? Aku tidak hendak menyalahkan Tuhan yang ingin memanggilmu, tapi tolonglah kau sedikit berjuang untukku yang terlalu menyayangimu, terlalu mengharapkanmu, terlalu membutuhkanmu, terlalu mencintaimu, terlalu..menyiakanmu. Aku sia-siakan adamu saat kalamu masih luang, karena aku lupa, bahwa kau tidak akan selamanya ada denganku di sisi.

Kuhadiahkan kepadamu mahkota dari emas penuh karat, namun tak kuduga itu malah membuatmu menjadi karatan, dan nyalimu makin ciut untuk meninggalkan dunia. Aku menangis pilu menerbangkan ingatan mengenai masa kita yang bersama. Kau hadirkan aku, tapi aku tak mampu menghadirkanmu. Untuk apa aku terus di sini? Aku berharap aku memiliki sepucuk keberanian untuk mendatangimu, kemudian dengan penuh rasa rindu akan kupeluk cium sekujur tubuhmu dan menghirup aroma tubuhmu yang selalu membuatku terbang dalam angan.

Namun aku tak bisa!

Aku hanya bisa berimajinasi kaulah yang datang kepadaku, karena selama ini memang begitu kenyataan yang selalu terjadi. Ah, andaikan aku bisa bertanya padamu, apakah kabarmu hari ini, dan kau menjawab baik, aku akan tersenyum dan memberimu buket bunga penuh kasih. Andaikan kau menjerit kesakitan tersiksa di sana, mungkin semangatku akan membara dan kecutku hilang, berubah menjadi perkasa, dan berlari menemuimu di sana. Aku milikmu, dan kau milikku. Entah hingga sepanjang usia kau atau aku.

Kumohon beri aku waktu dan kesempatan, akan aku coba kembangkan beraniku untuk pergi jauh dan menyusulmu. ke tempatmu, di tempat yang paling sunyi di dunia, dan menggantikan tanah bumi yang memelukmu dengan dekapan dari kedua lengan tubuhku. Tapi, akankah?

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall