Minggu, September 13, 2009
Karena Aku Tersenyum
Sesungguhnya jiwaku telah hancur dan mati perlahan. Tapi ragaku masih ingin terus hidup. Mataku akan terus terbuka, memandang dunia. Hatiku masih terus mencoba membangunkan jiwaku yang berniat untuk menidurkan dirinya. Kekakuan sudah mulai menjurusi sekujur tubuhku dan sedikit lagi akan membekukan otakku. Tak akan lagi aku yang mampu berfikir jernih. Perasaanku terinjak, meski sudah berulang kali kucoba bangkit kembali. Meski hanya jatuh yang akan kutemui. Siksa akan derita telah melilit kuasaku, hingga aku berubah menjadi sebuah boneka bisu, namun tak sungguh-sungguh bisu. Karena sesungguhnya aku hanya tak mampu untuk bicara, bukan tak bisa bicara. Selama ini aku diterjang berbagai rasa. Rindu, duka.. Mereka memonopoli rasaku. Tapi percuma, pergilah. Hadirmu hanya akan untuk sementara, sedangkan aku akan terus begini selamanya. Tinggalkan aku, percayakan aku. Bisalah mungkin aku berlindung sendiri, melidungi segala sedihku, ratapku, tangisku, rajukku. Berlindung dibalik senyum tipu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!