Rabu, September 07, 2016

Setelah Lama

Anda sudah mendapat semuanya dengan instan.

Sambil menginjak harkat orang lain pula, namun saya tak berkeberatan. Meski berduka pada awalnya, sekarang saya sudah paham. Berkali Anda mengacung jari, bilang saya masih mendengki, padahal tak ada rasa sedikit jua masih merelung dalam hati.

Anda sudah mendapat segala yang saya renungkan. Tentang rumah tinggal yang besar, makanan tanpa pertanyaan, anak-anak yang menyapa, dan tukar kabar di meja bundar. Kadang saya datang pada hangat yang demikian, lalu bingung sendiri seraya menggumam, Apa kesalahan saya di masa lalu hingga lahir jadi begini?

Kembali, namun saya tak berkeberatan. Karena perlahan saya temukan teman-teman yang baik, segala hiburan menyenangkan, dan paham bagaimana cara menghabiskan waktu. Di antaranya saya selalu berdoa, minta pada Yang Kuasa agar tak sekali pun Ia hibah dosa pilihan saya pada Anda, sebab Anda jauh di luar kaitannya.

Anda sudah mendapat cita-cita.

Maka diamlah, satu-satunya dosa yang mungkin Anda cipta dan melibatkan saya adalah, andai di lain masa saya kelaparan dan tak mampu mengunyah apa-apa. Cukup itu. Dan tentu dengan ketentuan yang berlaku.

Sisanya, tolong biarkan saya hidup dengan cara saya. Dilepas utuh lebih mudah daripada ditinggal kebas dan disebut-sebut tak masuk akal. Sungguhlah, sebenarnya saya merugikan siapa? Baiknya darah tak lebih kental dari logika. Berhenti saja pada uang lebih subur dari saudara.

Saya kelelahan dan tak mau pulang.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall