Dadaku lecet dan kelupas
tergores-gores duri dari bunga
yang terlanjur mekar dan layu,
lalu gugur kelopaknya satu-satu
Kamu mencekamnya dalam kepal
Merengut lalu menanam ulang
Agar kembali cinta, katanya
dan tak bisa lepas, selamanya
Ada sembilu yang bertukar
di antara cumbu lidah dan pelukan
memotong kecil, mengiris-iris
tapi harapan tak kunjung habis
Padahal aku dan kamu itu fana
Rusak dimakan kelukur,
sampai hilang dan mati setelahnya
atau saling bunuh, saat waktu tiba
(Dan akulah yang tak akan kekal
sebab kamu meregang napasku,
dari semula mendenguskan lega
berpikir ini kali terakhir)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!