Kamis, Agustus 20, 2015

Muka Memerah

Kamu melahap langit. Pelan-pelan meniupnya mundur, membuka mulut, dan lumat seluruhnya. "Aku mau menyertakan kamu dalam suka ini, agar bisa tenang kelanjutan hidupmu, usai pecah di sudut bumi yang sana," katamu.

Tentu saja dengan mudah kamu bisa mengangkatku ke atas, membopong dengan sebelah tangan, sambil memuntahkan dunia dari mulutmu kepada mulutku. Aku bisa lompat dan menumpu pada udara, tapi menyentuhmu pun aku merasa tak mampu. "Jangan jauh lagi meninggi. Napasku sesak dan tak kuat lagi," kubilang.

Kamu tak peduli dengan kaki yang mulai mati. Terikat bola besi yang makin berat saat tambah tinggi. "Kalau lebih dari ini, aku tak bisa buka mata lagi," kubilang.

Kamu tersenyum dan tak mendengarkan. Masih terbang dan abai saja. Masih melahap langit, meniupnya mundur, membuka mulut, dan lumat seluruhnya. Berbagi padaku, sambil merayu-rayu.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall