Selasa, Juni 02, 2015

Dialog

Tidak
Tidak boleh
Jangan
Tutup lagi
Kataku

Lalu sampai kapan mau kau cabik dadamu
Beradu napas dengan paru-paru yang sesak
Kata saya

Sudah, cukup
Satu kali saja
Satu garis menekan di paha
Kataku

Tapi kau bukan penyuka metode ini
Kesukaanmu adalah dorong dan tarik
Sekerasnya, secepatnya
Kata saya

Satu kali
Tak apa-apa
Kataku

Begini?
Cuma begini?
Tidak malu dengan pergelangan tanganmu?
Kata saya

Dua belas jam lagi
Aku harus pergi
Tidak boleh ada luka yang mencolok di mana pun
Tidak boleh ada luka yang menyakiti aku dan pakaianku
Kataku

Bukankah luka itu adalah penyembuh untuk luka lebih kecil?
Seperti yang sudah dilakukan selama ini?
Sebab tidak ada ngilu di dada yang bisa dijelaskan lewat perasaan duka, begitu?
Kata saya

Ya, tapi tidak sekarang
Kataku

Sehabis dua belas jam?
Kata saya

Sehari sesudahnya
Sedalamnya, sebesarnya
Barangkali tidak apa-apa
Kataku

Boleh siram dengan garam?
Kata saya

Ya, bila luka kecilnya semakin nakal dan mengganggu
Kataku

Baik! Silakan menangis sekarang
Lalu tidur agar cepat dua belas jam
Lalu kita berteman lagi dengan apa yang tidak akan tinggalkan kita
Kata saya

Iya

Iya

*

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall