Saya tahu, kamu tidak salah apa-apa.
Sayang, saya buta oleh emosi. Mencincang diri agar bisa menjalani hari dengan baik dan nampak biasa saja.
Kamu tahu ada yang salah. Kamu lihat ada yang salah.
Sulit untukmu bertanya kenapa, sebab selama ini tak pernah kita sebut kata itu dalam percakapan. Saling menebak dan tidak mau bercerita. Urusanku adalah urusanku, urusanmu adalah urusanmu. Cukup jangan ganggu. Selalu begitu.
Saat ini, mungkin berbeda. Tak boleh ditoleransi. Beda tingkatan dengan saya yang tak pulang hingga subuh tiba, atau bahkan dua malam berikutnya. Sudah lain dengan balutan bau rokok dan alkohol yang biasa ada pada saya.
Ini sudah berbeda.
Kamu tidak mau membiarkannya.
Tapi kita terbiasa membiarkan, percaya bisa menyelesaikan dan segalanya balik baik-baik saja.
Tetaplah demikian. Jangan diubah.
Saya masih bisa hidup besok. Semoga.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!