Aku tidak bisa melepasmu dari gurat-gurat kesepian akibat benci pada masa lalu. Aku tidak bisa membawamu pada dunia, mengatakan bahwa kamu merdeka dari kepelanan suara yang memanggil ketika kamu anak-anak. Aku tidak bisa menjawab segala keinginan yang kamu lontarkan pada kertas kecil; tentang harapan-harapanmu akan hari esok, rasa bahagia, dan kemauan untuk melompat girang mengikuti irama.
Aku tidak bisa membacamu karena entah mana yang bisa dipercaya. Aku tidak bisa mengetahui kepada siapa kamu berbohong, dan kepada apa kamu menyalahkan lagu-lagu kesendirian. Aku tidak bisa mengubah yang buruk menjadi lelucon. Aku tidak bisa memenuhi masa-masamu yang kosong.
Aku tidak bisa menjadi cukup. Aku tidak bisa bicara mengenai ketidak-mampuan yang membuatmu muak. Aku tidak bisa mendengar penenangan yang mengucap sayang dan segala kebaikan. Aku tidak bisa berhenti bilang tidak bisa.
Aku tidak bisa diberi kesempatan. Aku tidak bisa diizinkan untuk terus menelanjurkan diri pada hubungan yang kamu anggap melampau kala sebelumnya. Aku tidak bisa mempermalukan rupa yang buruk lebih lama, mengingat tiada sesuatu apa pun yang berubah. Aku tidak bisa mencabut ketabuan benci dan rindu akan Ibu. Aku tidak bisa mengubah kamu untuk merasa.
Kamu tahu aku selalu menjebak. Lewat percakapan semalam tadi, yang bisa aku lakukan adalah mengucap terima kasih. Sayangnya, aku tetap tidak bisa menjadi berharga. Aku sama seperti yang pernah kamu lewati. Menunggu dipisah dan tiba waktu kamu akan berkata, “Tidak, aku tidak pernah ingin bersama dia. Sebenarnya.”
Aku tidak bisa tahu.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!