Suatu hari, engkau berkata takut akan kehilangan cinta
Kalau-kalau bahu yang beradu tiada hangat lain membeku
Berubah kaku, lalu membisu
Engkau tergundahkan bak menuntut persamaan rasa
Menagih jawab yang ingin kau perdengarkan
Membandingkan harga
Meminta posisi
Dan bila benar tak mampu tertangguhkan
Mengapa kau usah pertahankan
Mengapa tak dibiarkan untuk habis tanpa sisa
Agar mudah engkau teruskan hitung berikutnya
Kalkulasi mundur yang engkau cemaskan
Akan tetap menghilang seiring waktu Yang Maha Bajingan
Dan bagaimana, kalau cinta itu memang tiada pernah ada?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!