Ternyata, berada di antara lebih membuat manusia merasakan rasa. Pun tidak ada yang dimengerti manakah pangkal dan ujungnya, berhenti sebelum ulam tiba menimbulkan retorika; Apakah manusia benar ada atau tiada..
Mengapa dan untuk siapa, perlukah ditanya?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!