Tenanglah
Karena perlahan ada yang mengikatnya untukmu
Di belakang layar tanpa sedikit pun kamu sadar
Ia mengerang pengampunan
Seraya pintu ditutup perlahan
Dan hanya bayangan yang nampak kau lihat
Sendi-sendi beradu
Berbalik arah lantas kaku
Kemudian ia tidak bisa menjerit
Dikecup damba yang menghirup
Dikoyak riuh sampai ungu-merah-biru
Tidak perlu pekat
Usahlah jelaga dibiarkan saja
Asal tersingkap jari-jemari yang pernah berkata
Terharap pergi sebelum mati, atau mati sebelum pergi?
Kembali pada sendi-sendi beradu
Semoga kamu hidup hingga cerca sadar dalam fakta
Minggu, Maret 18, 2012
Waktu Marah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!