Sabtu, Desember 24, 2011

Aku Harus Bertemu Kamu dengan Berjalan

Awalnya aku berada tepat di atas tanah. Tiarap. Hidungku menyentuh bebatuan. Tidak bisa bangun karena beban yang entah bagaimana bisa tercipta. Dan begitu kusadari, kepalaku sudah membesar dengan pikiran-pikiran menyedihkan, sementara hatiku tidak kalah meradang dan menjadi korban atas apa yang aku lakukan sendiri.

Kemudian aku meminta kepastian. Pelunasan. Penyelesaian. Karena semakin perih dan tidak mau bersabar. Berhenti berusaha karena putus asa duluan. Aku pikir, inilah yang memang seharusnya terjadi dari semula. Apa yang gagal sejak awal harusnya tidak perlu dipaksakan. Pernah kubilang kita terbiasa untuk perlahan saja, tetapi ternyata aku orang munafik yang tidak berlapang dada.

Sekarang semuanya ringan. Aku berharap untuk bisa berdiri dan berjalan, namun lebih yang kuperoleh. Aku melayang. Tanpa pikiran menyedihkan. Namun dengan hati yang masih meradang. Jauh, jauh sekali. Seperti hujan yang turun dari bumi ke langit. Diterpa angin yang, aku tahu, selalu hangat padaku yang dingin.

Yang aku mau bukan ini. Aku hanya ingin tegap berdiri. Di atas tanah dengan kaki. Dua kaki. Menatap lurus ke depan, dan perlahan berjalan. Dengan pikiran yang berukuran normal serta hati yang terus meradang.. Karena aku harus bertemu denganmu untuk menghilangkan rusak dan sesaknya.

Aku harus bertemu kamu dengan berjalan. Bukan merangkak tiarap. Atau melayang lalu menghilang. Aku akan berdiri sendiri. Bangkit. Dengan dua kaki. berdiri. Dan berjalan. Karena aku harus bertemu denganmu, sekali lagi. Nanti.

2 komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall