Aku menangis di sela-sela suara dan pandangan mata
Mengucapkan benci dan sampai jumpa
Kupikir, lantas akan selesai begitu saja
Berhenti terluka dan menjadi yang berbeda
Aku ingin menulis tapi palsu merubah maknanya
Seolah jadi fiktif belaka
Dan entah mana yang bisa dipercaya
Semua akan membaik, begitu kukira
Ternyata pilah adalah salah yang ada pada masalah
Kini terkurung di tembok imajiner yang kubuat semata
Terperangkap dalam ketidaksempurnaan yang tidak bisa diterima
Semoga ada yang membuatku berharga.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!