Selasa, Juli 12, 2011

Aku Melihatmu Memasuki Ruang

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Dengan seragam putih abu, melewati pagar sekolahmu. Cantik sekali. Setiap warna senada denganmu, setiap kain yang menyapu menambah elok rupa tubuhmu. Aku menyaksikan kamu melewati lorong-lorong dengan penuh kebanggan, sesekali merapikan rambut dan melempar senyum kepada teman yang ramah. Cantik sekali.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Membuka pintu mobil abu-abu, dengan kaki jenjang yang putih menggoda. Cantik sekali. Setiap jarak yang terlewat, setiap lampu merah jalan, matamu seperti menyiratkan sesuatu. Aku menyaksikan kamu turut bernyanyi mengikuti alunan radio, sesekali mengelus bibir dan menumpu kepala pada tangan kiri yang dibalut gelang-gelang menarik. Cantik sekali.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Mendekap lengan, dengan senyum terurai. Kamu bahagia. Kamu dipuja. Cantik sekali. Setiap langkah yang kamu tapak menimbulkan bunyi ketegasan yang wibawa. Aku menyaksikan kamu sesekali bicara, bertanya mana yang pantas untukmu dan untuk kalian. Cantik sekali.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Berselimut, lalu tertawa. Cantik sekali. Di kamar merah, semuanya terjadi. Setiap lekuk yang kamu bentuk dan harum yang membekas. Sungguh mengundang. Aku menyaksikan, dan sungguh aku bisa menyaksikan, kamu memeluk dan bercumbu, melenguh, dan menyelesaikannya. Cantik sekali.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Kamu bicara di sana. Sungguh berkharisma. Cantik sekali, dan aku tidak bisa berkata apa-apa.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Menangis sendirian karena kamu lemah. Tetap cantik. Sangat cantik.

Aku bisa melihatmu memasuki ruang.

Kamu selalu sempurna.

Aku bisa melihatmu dari celah-celah pagar, atau dari lubang kunci.

Aku tidak lagi kuasa melihatmu memasuki ruang. Kamu, terlalu bersinar..

6 komentar

  1. fadma menyukai ini
    Berselimut, lalu tertawa.

    tertawa, kunjungi
    http://kopimiring.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. fadma menyukai ini
    Berselimut, lalu tertawa


    http://kopimiring.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. Makasih, Ga. Makasih :'}
    Eh tapi serius, ini ditujukan buat siapa sebenernya?

    BalasHapus
  4. Dih, siapa lu? :b

    Sudah ya, di Twitter. :D

    BalasHapus

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall