Sabtu, Februari 12, 2011

Pilar

Dua wanita.

Dengan pakaian yang sama, gaun pendek, sedikit di atas lutut mereka. Berwarna putih dengan pita perak yang mengikat pinggang. Ditambah, potongan kerah berbentuk persegi, dengan bordir kupu-kupu perak kecil membentuk huruf 'L'.

Potongan rambutnya pun tiada jauh berbeda. Pendek, agak bergelombang. Seluruh poninya disapu ke belakang dengan bando perak dari kain yang paling halus sejagad-raya.

Mereka berdiri di samping pilar. Saling membelakangi. Yang pertama menghadap ke timur, dan yang kedua menghadap barat. Dari balik pilar, mereka bisa mendengar satu sama lain berucap, bicara. Tanpa menjawab, karena memang bukan lawan bercakap.

Teman wanita pertama, datang. Mengucap, "Selamat siang," dan sementara bercengkerama. Ketika usai dan melanjutkan perjalanan ke arah barat, ia akan bertemu wanita kedua, dan melakukan hal yang sama.

Teman wanita kedua, datang. Mengucap, "Selamat petang," dan sementara bercengkerama. Ketika usai dan melanjutkan perjalanan ke arah timur, ia akan bertemu wanita pertama, dan melakukan hal yang sama.

Matahari telah hilang. Tenggelam ke barat. Disaksikan wanita kedua, dengan penuh keanggunan dan rasa bahagia. Kucing-kucing mulai berdatangan, meminta makan dan bermanja-manja. Dengan tetap diam di tempat, bertahan pada balik pilar yang menghadap ke barat. Wanita kedua menyapih semuanya sampai segala menjadi baik-baik saja. "Meong," ujar kucing, mengisyaratkan selamat malam.

Matahari telah kembali. Terapung dari timur. Disaksikan wanita pertama, dengan penuh keanggunan dan rasa bahagia. Kucing-kucing mulai berdatangan, meminta makan dan bermanja-manja. Dengan tidak diam di tempat, berjalan menjauh pilar yang menghadap ke timur. Wanita pertama membimbing semuanya sampai segala kebaikan terkuras begitu saja. "Meong," ujar kucing, mengisyaratkan selamat pagi.

Dua wanita.

Dari balik pilar yang sama.

Lain arah mata.

Beda kehidupan.

Satu yang pertama, dua untuk sisanya.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall