Selasa, Desember 14, 2010

Ada yang Tersirat

Maaf.
Aku tidak mungkin bersabda dengan kata-kata manis, kau tahu.
Rumah yang kita susun kini terbengkalai. Kuncinya menghilang.
Camkan, bahwa si 50 kini berdiri dari jarak tak terpandang.
Empati sudah kehilangan perinya. Lenyap begitu saja.
Lambat, dia terlanjut ada pada setiap sumsum.
Laun, dia meluruh dan mati dengan tidak tenang.
Oleh karena..dingin beku mematahkan inci otaknya.

Aku merindu tapi tiada yang bisa terbayang.
Inginnya wajahmu, namun nihil perjumpaan.
Dan sekali waktu kudengar suaramu..
Itu tak lagi cukup setelah hujan menghapus perjalanan.
Napak tilas yang tidak terbayar.

Janji? Lupakan!
Usia sudah semakin termakan.
Sampai habis kesempatan.
Usia sudah semakin terlampau.
Firasatku mengucap demikian.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall