Tolong terima saja.
Kenyataan bahwa tidak ada satu pun di antara kita yang saling dekat. Itu memudahkan jalanku dan meringankan perasaanku untuk terus hidup. Kewajiban yang seenaknya diciptakan atas nama 'moral' menyiksaku. Ditambah dengan bisikan kaum mayoritas yang mengucap, "Tidak usah, tidak usah".
Tolonglah. Kita sama-sama sudah dewasa, bahkan engkau mungkin hampir dimakan masa. Tidak ada kesempatan lagi karena aku tak mau membuka hati. Tolong terima saja itu. Karena kebahagiaanmu bukan turut menjadi kebahagiaanku..
Tidak mungkin aku pergi. Aku terikat materi, yang itu pun akan kau lepas.
Di sini hanya ada dendam yang kau cipta dan pikirkan sendiri. Ya sudahlah, kuucap maaf dan mohon ampun diam-diam. Tetapi, tolong sadar dan terima! Kini sudah bukan waktu membangun hubungan penuh harmoni dari anak dan orang tua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!