Tidak ada pilar. Lantas aku mendengar terang-terangan. Bersama teman yang sudah membuat janji lebih dulu denganmu, aku memperhatikan.
Dia bertanya padamu, "Apa kamu masih mencintai adikku? Kalau iya, mengapa kamu dekati perempuan lain?"
Kamu tak kuasa menjawab, inginnya tertawa untuk bercanda, tapi 3 tahun bukan sebentar waktu yang terlewat. Aku tidak mendengar jawabanmu, tapi aku lihat jelas kerutan kening yang menandakan rasa ragu.
Temanmu itu, sekali lagi berusaha menguak kenyataan darimu. "Siapa dia? Dari mana asalnya? Apa perasaanmu padanya? Jadi, mana yang kamu inginkan? Bukankah kamu tidak segera bisa bersama adikku karena rasa takutmu sendiri? Aku di sini untuk membela adikku."
Lagi-lagi aku tidak meraba jawabanmu. Jadi kubiarkan saja waktu berjalan tanpa pernah mengulang pertanyaan.
Sudah kubilang, tidak ada cinta di antara kita. Hanya kelupaan atas 3 tahun yang ada di perbincangan kita. Semua akan berlalu baik-baik saja tanpa ada yang terluka. Lalu kita akan saling meninggalkan tanpa pertemuan.
Perempuan itu, maksudnya aku, bertahan pada 3 tahunnya.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!