Pecundang yang mengikuti aku mulai menemukan kembali hidupnya. Berbalik ingin menghancurkan aku, menunjukkan seperti apa kuasanya.
Aku tidak takut. Hanya kecewa dengan apa yang telah kupelihara.
Tentu ini lain cerita dengan kematian Cleopatra, namun aku menyamakan saja tentang pergangan nyawanya. Apakah aku hendak mati? Sebelum bertemu lagi dengan para nostalgia?
Pecundang itu kini tidak menjadi raksasa. Ia hanya berupa ruh berisi dendam, berharap mampu seperti Hitler meski akhirnya bunuh diri. Apakah baik untukku terus menopang kakinya yang belum-belum juga pincang?
Mungkinlah aku berubah menjadi Iskandar yang agung dan merebut tahta di sampingnya. Namun waktu yang terlanjur tak bisa dikalahkan pasti akan menghancurkan akhir cerita. Siapa yang bilang bahwa dongeng selalu bahagia?
Jadilah aku Marie Antoinette dengan rambut memutih...
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!